Kemeriahan meronai rangkaian kegiatan Haflah Akhir Sanah Pondok Pesantren Syamsul Arifin tahun ini. Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian masyarakat adalah gelaran Parade Budaya Nusantara yang diinisiasi oleh para siswa dan guru SMK Syamsul Arifin.
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi bukti bahwa momentum kelulusan dan pesantren tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga pelestarian budaya bangsa.
Unjuk Kreativitas dan Keragaman Adat
Sejak pagi hari, halaman Pondok Pesantren Syamsul Arifin sudah dipadati oleh para santri dan warga sekitar yang antusias menyaksikan jalannya parade. Para siswa SMK Syamsul Arifin tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat dari sabang sampai merauke, mulai dari adat Jawa, Madura, Sumatra, hingga Papua.
Tidak hanya sekadar berjalan memamerkan busana, setiap kelompok barisan juga menampilkan karakteristik kebudayaan daerah yang mereka bawakan, seperti:
- Musik Tradisional & Kontemporer: Perpaduan aransemen modern dan tradisional yang menggugah semangat.
- Koreografi Kolosal: Tarian daerah yang dibawakan secara kompak oleh para siswa.
- Maskot Kreatif: Miniatur bangunan adat dan kostum karnaval (fashion carnival) hasil karya tangan kreatif siswa SMK sendiri.
Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme di Lingkungan Pesantren
Kepala Sekolah SMK Syamsul Arifin menyampaikan bahwa kegiatan parade budaya ini sengaja disisipkan dalam rangkaian Haflah untuk memberikan ruang berekspresi bagi para siswa. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air (nasionalisme) di dalam jiwa para santri.
"Melalui parade budaya ini, kita ingin menunjukkan bahwa santri SMK Syamsul Arifin tidak hanya unggul dalam bidang agama dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi untuk merawat dan melestarikan warisan budaya Indonesia," ungkapnya di sela-sela acara.
Pihak pengasuh Pondok Pesantren Syamsul Arifin juga memberikan apresiasi yang luar biasa. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari konsep Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman) yang diajarkan di pesantren.
Antusiasme Masyarakat yang Luar Biasa
Rute parade yang melewati jalan-jalan utama di sekitar pesantren dipenuhi oleh lautan manusia. Warga tampak mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka dan sesekali memberikan tepuk tangan riuh saat peserta parade menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan.
"Acaranya sangat kreatif dan menghibur. Senang melihat anak-anak muda, apalagi anak pesantren, begitu bersemangat menampilkan budaya Indonesia," ujar salah seorang warga yang menonton di pinggir jalan.
Acara parade budaya ini ditutup dengan pengumuman penampilan terbaik dari perwakilan kelas dan foto bersama seluruh civitas akademika SMK Syamsul Arifin bersama para masyayikh pondok pesantren. Kemeriahan ini sekaligus menjadi pembuka yang manis menuju acara puncak Haflah Akhir Sanah Pondok Pesantren Syamsul Arifin.