PASURUAN — Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Syamsul Arifin berkomitmen penuh untuk menyelaraskan transisi peserta didik baru melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang edukatif dan humanis. Guna memastikan seluruh materi dan tata laksana kegiatan berjalan sesuai dengan koridor Kurikulum Merdeka, Pengawas SMK, Dr. Elly Farida, S.Pt., M.Si., melakukan supervisi kurikulum secara intensif di lingkungan sekolah.
Supervisi ini difokuskan pada pemantauan kesiapan modul MPLS, relevansi materi terhadap penguatan karakter, serta kesiapan fasilitas pendukung pembelajaran praktis yang menjadi ciri khas sekolah vokasi.
Keselarasan Materi MPLS dengan Karakter Vokasi
Dalam arahannya, Dr. Elly Farida menekankan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan jembatan krusial untuk menanamkan budaya kerja (5S/5R) dan kemandirian sejak dini. Supervisi kurikulum yang dilakukan mencakup beberapa aspek strategis, di antaranya:
- Penguatan Profil Lulusan: Memastikan materi MPLS terintegrasi dengan dimensi beriman, bertakwa, mandiri, dan bergotong royong, yang disesuaikan dengan napas islami dan nilai-nilai luhur di SMK Syamsul Arifin.
- Kesiapan Mental Vokasi: Meninjau penyampaian materi pengenalan program keahlian agar siswa baru memiliki gambaran yang jelas mengenai kompetensi keahlian yang mereka pilih serta peluang karier di dunia kerja kelak.
- Pencegahan Kekerasan dan Perundungan: Mengawasi jalannya kegiatan agar sepenuhnya bebas dari unsur perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun mental, sesuai dengan regulasi Kemendikbudristek demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Apresiasi dan Rekomendasi Pengawas
Berdasarkan hasil supervisi, Dr. Elly Farida memberikan apresiasi kepada tim manajemen kurikulum dan panitia MPLS SMK Syamsul Arifin yang telah menyusun jadwal kegiatan secara terstruktur. Penggunaan pendekatan interaktif dan pengenalan laboratorium praktik dinilai efektif memicu motivasi awal para siswa.
"MPLS di SMK harus mampu menyalakan api passion atau gairah belajar anak-anak pada bidang vokasi. Ketika mereka merasa nyaman dan mengenal lingkungan belajarnya dengan baik pada minggu pertama, maka proses penyerapan kompetensi keahlian ke depan akan jauh lebih optimal," ungkap Dr. Elly Farida dalam evaluasinya bersama jajaran wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
Sebagai rekomendasi tindak lanjut, pihak pengawas menyarankan penguatan asesmen diagnostik non-kognitif di akhir pekan MPLS. Langkah ini penting agar para guru produktif dapat memetakan latar belakang, minat, dan gaya belajar siswa baru sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) efektif dimulai.
Melalui supervisi yang berkelanjutan ini, SMK Syamsul Arifin optimis dapat mencetak lulusan tahun ajaran 2026/2027 yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan siap kerja.